Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Penetapan Kegiatan Ketahanan Pangan Desa Doyong Tahun 2025
Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian dan perikanan berkelanjutan, Pemerintah Desa Doyong menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) untuk menetapkan program unggulan ketahanan pangan desa tahun 2025.
Musyawarah ini melibatkan unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kelompok tani dan ternak, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari warga desa. Dalam musyawarah tersebut, telah disepakati dua kegiatan utama dalam program ketahanan pangan desa, yaitu:
1. Budidaya Lele Menggunakan Buis Beton dan Bakteri Trichoderma
Program ini merupakan inovasi di bidang perikanan yang mengutamakan efisiensi, kesehatan ikan, dan hasil panen maksimal. Budidaya lele ini dilakukan dengan menggunakan buis beton sebagai media kolam, yang memiliki keunggulan dari sisi daya tahan, efisiensi ruang, dan suhu yang lebih stabil.
Yang menjadi keunikan dari metode ini adalah pemanfaatan bakteri Trichoderma – mikroorganisme yang umumnya dikenal dalam bidang pertanian – namun kini diterapkan dalam sistem budidaya perikanan. Penggunaan Trichoderma terbukti membantu:
-
Menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan sehingga kualitas air lebih terjaga;
-
Meningkatkan imunitas dan pertumbuhan ikan;
-
Mengurangi kebutuhan pakan hingga lebih hemat biaya;
-
Menghasilkan lele yang lebih sehat dan bebas bau tanah.
Diharapkan budidaya lele dengan teknologi ini bisa menjadi percontohan dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa, terutama generasi muda dan kelompok peternak pemula.
2. Budidaya Melon dengan Sistem Green House
Di sektor pertanian, Desa Doyong akan mengembangkan budidaya melon premium dengan memanfaatkan teknologi green house atau rumah kaca. Sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
-
Pengendalian iklim mikro untuk pertumbuhan optimal melon;
-
Mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman;
-
Produktivitas lebih tinggi dan kualitas buah lebih baik;
-
Masa panen lebih cepat dan stabil dibandingkan pertanian konvensional.
Selain itu, penggunaan sistem irigasi tetes dan pemupukan terukur di dalam green house juga menjadikan budidaya melon ini lebih efisien dalam penggunaan air dan pupuk, sejalan dengan prinsip pertanian ramah lingkungan.
Komitmen Bersama dan Harapan Ke Depan
Melalui hasil Musdessus ini, Pemerintah Desa Doyong berkomitmen untuk:
-
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung dan menjalankan kegiatan ketahanan pangan;
-
Menyediakan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan teknis bagi kelompok tani dan peternak;
-
Mewujudkan kemandirian pangan desa serta membuka peluang pasar dan usaha bagi warga.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis sumber daya lokal yang dikelola secara modern dan berkelanjutan.